COMPANY PROFILE
PT DUTA FUTURE INTERNATIONAL was founded on 10 November 2007 in Bandung. PT DUTA FUTURE INTERNATIONAL is a company engaged in general trade, Services marketing of basic commodities in society and business opportunities for the Customer / Member-based E-Commerce, by launching a marketing concept "CUSTOMER REFERRAL PROGRAM." DUTA FUTURE INTERNATIONAL supported by Management and IT Professional, as well as a powerful Marketing Plan. PT. FUTURE TRADE INTERNATIONAL has a special division of DUTA BUSINESS SCHOOL engaged in entrepreneurship Education & Training, ready to deliver you to the top of success.
The company provides assistance e-commerce / internet marketing to enable all member DUTA FUTURE INTERNATIONAL start a business. One opportunity is the agency toll-dtawarkan based internet technology. Assist members to become Dealer Recharge electrical pulses. Currently DUTA FUTURE INTERNATIONAL as the main dealer dealership one-chip-all-operators have tens of thousands of dealers spread all over Indonesia. All transactions, financial calculations, and has automatic computerized administration. So the business owner (member) PT DUTA FUTURE INTERNATIONAL does not require a special office and does not require employees to conduct business as a business / business in general. This is because the PT DUTA FUTURE INTERNATIONAL office itself can be accessed on the internet (virtual office). So you can run this business wherever you are and whenever you want. No need to wait for open office hours because the Internet is always open 24 hours non-stop.
PT DUTA FUTURE INTERNATIONAL
5 Jurus Jitu Negosiasi Bisnis
1. Pisahkan pokok masalah yang dinegosiasikan dengan lawan
Jangan sampai masalah pribadi menghambat proses negosiasi yang sedang berjalan. Tak heran perusahaan-perusahaan besar biasanya mempunyai tim negosiasi yang terdiri dari beberapa orang dengan keahlian berlapis-lapis. Dengan begitu, tidak akan pernah terjadi konflik pribadi dengan proses negosiasi.
2. Selalu mengacu pada tujuan utama negosiasi
Apa hasil akhir yang kita inginkan dalam negosiasi ini? Bukan masalah menang atau kalah, apalagi sampai menjatuhkan lawan. So, tetap berkepala dingin dan jangan pernah terpancing dengan emosi atau ego mau menang sendiri.
3. Berikan alternatif win-win solution pada lawan
Selalu fleksibel selama negosiasi agar terhindar dari jalan buntu. Persiapkan beberapa solusi alternatif yang diprediksi bisa menciptakan kondisi saling menguntungkan bagi lawan.
4. Selesaikan proses negosiasi dengan cepat dan tidak bertele-tele
Hindari faktor-faktor yang bisa melelahkan lawan seperti proses negosiasi yang terlalu lama, tempat negosiasi yang tidak kondusif, dll. Karena faktor-faktor tersebut cenderung membuat lawan jadi emosional dan berbalik menekan kita.
5. Riset, riset dan riset
Hal terpenting dalam negosiasi sering berkaitan dengan etika dan budaya. Negosiator ulung selalu melakukan riset untuk mengetahui karakter lawannya. Apa latar belakangnya, kebiasaan, hobi, kesukaan, dll. Terbukti bahwa kebanyakan kontrak besar bisnis dimenangkan bukan di meja rapat, tapi di lapangan golf, kapal pesiar atau restoran.
Jangan sampai masalah pribadi menghambat proses negosiasi yang sedang berjalan. Tak heran perusahaan-perusahaan besar biasanya mempunyai tim negosiasi yang terdiri dari beberapa orang dengan keahlian berlapis-lapis. Dengan begitu, tidak akan pernah terjadi konflik pribadi dengan proses negosiasi.
2. Selalu mengacu pada tujuan utama negosiasi
Apa hasil akhir yang kita inginkan dalam negosiasi ini? Bukan masalah menang atau kalah, apalagi sampai menjatuhkan lawan. So, tetap berkepala dingin dan jangan pernah terpancing dengan emosi atau ego mau menang sendiri.
3. Berikan alternatif win-win solution pada lawan
Selalu fleksibel selama negosiasi agar terhindar dari jalan buntu. Persiapkan beberapa solusi alternatif yang diprediksi bisa menciptakan kondisi saling menguntungkan bagi lawan.
4. Selesaikan proses negosiasi dengan cepat dan tidak bertele-tele
Hindari faktor-faktor yang bisa melelahkan lawan seperti proses negosiasi yang terlalu lama, tempat negosiasi yang tidak kondusif, dll. Karena faktor-faktor tersebut cenderung membuat lawan jadi emosional dan berbalik menekan kita.
5. Riset, riset dan riset
Hal terpenting dalam negosiasi sering berkaitan dengan etika dan budaya. Negosiator ulung selalu melakukan riset untuk mengetahui karakter lawannya. Apa latar belakangnya, kebiasaan, hobi, kesukaan, dll. Terbukti bahwa kebanyakan kontrak besar bisnis dimenangkan bukan di meja rapat, tapi di lapangan golf, kapal pesiar atau restoran.
Subscribe to:
Posts (Atom)
